BPSDM
Universitas Muhammadiyah Malang
BPSDM
Universitas Muhammadiyah Malang

Mencurahkan Aspirasi Laboratorium Melalui Brainstorming

Author : Administrator | Jum'at, 13 November 2015 10:11 WIB
Berita UMM
 

Laboratorium merupakan komponen penting bagi ranah civitas akademik dalam perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Laborotorium memiliki fungsi yang vital bagi kebutuhan yang haus akan produktivitas penelitian juga kebutuhan akan ilmu yang bersifat praktikal. Mengingat pentingnya peran laboratorium ini Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan pelatihan bagi seluruh Kepala Laboratorium yang membawahi seluruh laboratorium dalam naungan UMM. Pelatihan yang bertajuk “Brainstorming” ini diselenggarakan di Ruang Sidang Senat, pada (4/11), dengan dibuka oleh Kepala BPSDM Prof Dr. Jabal Tarik I, M Si, dalam sambutannya beliau menyampikan pentingnya pelatihan ini diselenggarakan guna meningkatkan kualitas laboratorium agar ke depannya menjadi lebih baik.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan pentingnya evaluasi dan monitoring dalam setiap laboratorium yang ada saat ini. Kepekaan tiap Kepala Laboratorium sangat diperlukan untuk mendeteksi kendala yang dihadapi tiap laboratorium. Beliau juga menyampaikan kepda Kepala Laboratorium untuk tidak ragu dalam menyampaikan segala aspirasinya berkaitan dengan perbaikan laboratorium yang dikelolanya ke depannya. Secara garis besar permasalahan yang dihadapi setiap laboratorium hampir serupa baik dari segi teknis maupun pengelola mulai dari tidak adanya laboran yang tetap dan masih mengandalkan tenaga laboran yang berstatus tenaga part time, kurangnya staff laboratoriumjuga peralatan laboratorium yang sebagaian besar perlu diperbaiki kembali. Diakhir sambutannya beliau memberikan review mengenai standar laboratorium yang telah ditetapkan oleh DIKTI untuk memonitori dan mengawasi laboratorium di seluruh Indonesia. Usai menyampaikan sambutannya, beliau mempersilakan seluruh Kepala Laboratorium untuk menyampaikan aspirasinya.

Permasalahan yang dihadapi laboratorium eksakta  yang dinilai paling vital  berpusar pada alat praktikum yang sebagian rusak dan tidak ideal lagi digunakan untuk praktikum, kurangnya tempat praktikum, juga minimnya staff laboratorium.

Permasalahan yang dihadapi laboratorium sosial  yang dinilai paling urgent selain ketiadaan laboran yang tetap berkisar pada belum adanya sertifikasi bagi tenaga laboran, kebutuhan akan alat yang perlu diperbarui lagi.

Diakhir pelatihan, Jabal memberikan tanggapan dan saran berkaitan dengan kendala yag dihadapi tiap-tiap laboratorium hal serupa juga dilakukan peserta dimana semua Kepala Laboratorium saling berdikusi memberikan saran untuk kemajuan laboratorium masing-masing. (red/ilel)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image